Kritik Pedas Michel Platini: Sebut Gianni Infantino Berperilaku Layaknya Otokrat

Legenda Sepak Bola Michel Platini Lontarkan Kritik Tajam Terhadap Kepemimpinan Gianni Infantino

PARIS – Mantan Presiden UEFA sekaligus legenda sepak bola Prancis, Michel Platini, melancarkan kritik keras terhadap suksesornya di panggung sepak bola dunia, Gianni Infantino. Dalam sebuah wawancara blak-blakan dengan The Guardian yang diterbitkan pada hari Kamis, Platini menyebut Presiden FIFA saat ini telah berubah menjadi sosok yang “otokratis.”

Platini, yang pernah bekerja sama dengan Infantino saat pria asal Swiss tersebut menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA, menyatakan keprihatinannya atas arah kebijakan FIFA di bawah kendali Infantino. Menurut Platini, badan pengatur sepak bola dunia tersebut kini lebih condong melayani kepentingan kelompok kaya dan berkuasa daripada menjaga integritas olahraga itu sendiri.

Kehilangan Fokus pada Permainan Dalam petikan wawancara tersebut, Platini menyoroti bagaimana FIFA di bawah Infantino tampak terlalu sibuk menjalin hubungan dengan para elit politik dan ekonomi global.

“Dia (Infantino) telah menjadi lebih seperti seorang otokrat,” ujar Platini kepada The Guardian. Ia menambahkan bahwa fokus kepemimpinan saat ini seolah mengesampingkan nilai-nilai dasar sepak bola demi mengejar aliansi dengan pihak-pihak yang memiliki kekuatan finansial besar.

Kritik Terhadap Ekspansi Turnamen Komentar Platini ini muncul di tengah berbagai kontroversi yang menyelimuti FIFA, mulai dari rencana ekspansi Piala Dunia Antarklub hingga wacana penyelenggaraan turnamen yang semakin padat. Banyak pihak menilai langkah-langkah ini hanyalah upaya untuk meningkatkan pendapatan komersial tanpa memikirkan beban fisik para pemain.

Platini, yang dibebaskan dari tuduhan korupsi oleh pengadilan Swiss pada tahun 2022 terkait pembayaran kontroversial dari Sepp Blatter, tampaknya kini lebih vokal dalam menyuarakan ketidaksenangannya terhadap cara organisasi yang pernah ia pimpin dijalankan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait komentar pedas yang dilontarkan oleh salah satu pemain terbaik sepanjang masa tersebut. Perselisihan verbal ini semakin menegaskan adanya jurang pemisah antara generasi pemimpin sepak bola lama dan kebijakan “modernisasi” yang diusung oleh rezim Infantino.

Leave a Reply